PENELITIAN SOSIAL BUDAYA

PENELITIAN SOSIAL BUDAYA

A. Pengantar

Penelitian dapat disebut sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.

B. Pengertian Penelitian

Ada beberapa pengertian atau definisi yang dikemukakan oleh para ahli tentang pengertian penelitian antara lain sebagai berikut.

  1. Menurut Soerjono Soekanto,penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang dilandaskan pada analisis dan konstruksi.
  2. Menurut John(1949),penelitian adalah suatu pencarian fakta menurut metode objektif yang jelas untuk menemukan hubungan antara fakta sehingga menghasilkan dalil danhukum
  3. Usaha untuk menemukan,mengembangkan ,dan menguji kebenaran suatu pengetahuan yang dilakukan dengan menggunakan metode-metode ilmiah (marzuki)
  4. Penelitian merupakan aktivitas dalam menelaah suatu masalah dengan menggunakan metode ilmiah secara terancang.(Sanapiah Faisal)

2. Penelitian Ditinjau dari Pendekatan

Tentu saja pendekatan ini ada kebaikan dan ada pula kelemahannya. Kebaikannya karena subjek yang diamati sama sehingga faktor-faktor intern individu tidak berpengaruh terhadap hasil.Kelamahannya yaitu waktu penelitian sangat lama dan dkhawatirkan dalam jangka waktu yang lama ini telah banyak perubahan kondisi karena perkembangan zaman.

3. Penelitian Ditinjau dari Bidang Ilmu

Dilihat dari bidang yang diteliti maka penelitian dibedakan menjadi dua,yaitu bidang alam dan sosial.

a) Penelitian Bidang Alam

Objek penelitian ilmu alam yang objek dunia yang rill materill.

b) Penelitian Bidang Ilmu Sosial

Objek penelitian ilmu sosial adalah manusia dan fenomena-fenomena/gejala-gejala sosial.

4. Penelitian Ditinjau dari Tempatnya

Jika ditinajau tempatnya maka terdapat penelitian laboratorium.

5. Penelitian Ditinjau dari Hadirnya Variabel

Menurut Sutrisno Hadi,Variabel adalah objek penelitian yang bervariasi

6. Penelitian Dilihat dari Wujud Data

Dilihat dari wujud datanya ,penelitian dapat dibagi menjadi dua ,yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.

7. Penelitian Ditinjau dari Cara Pembahasannya

Penelitian ini dibedakan menjadi dua jenis,yaitu penelitian deskriptif,yaitu penelitian yang melukiskan ,memaparkan,menuliskan,dan melaporkan suatu objek.

Penelitian inferensial,yaitu tidak hanya melukiskan peristiwa saja,tapi juga menarik kesimpulan umum dari masalah yang di teliti.

D. Penelitian Sosial Budaya

Objek penelitian sosial budaya adalah manusia dan fenomene-fenomena /gejala – gejala sosial budaya.

Penelitian dalam ilmu sosial menurut M.Nasir(1999)dapat disebut sebagai suatu proses yang terus-menerus ,kritis ,terorganisasi untuk mengadakan analisis dan mememberikan interpretasi terhadap fenomena sosial yang memiliki hubungan salig mengait.

Menurut Soerjono Soekanto(1995),penelitian sosiologis dapat dikatakan sebagai proses pengungkapan kebenaran berdasarkan penggunaan konsep-konsep dasar yang dikenal dalam sosiologi.

Adapun konsep-konsep dasar tersebut antara lain:

  1. Interaksi sosial
  2. Kelompok sosial
  3. Kebudayaan
  4. Lembaga sosial
  5. Lapisan sosial
  6. Kekuasaan dan wewenang
  7. Perubahan sosial
  8. Masalah sosial

Data-data yang diperlukan tersebut mencakup hal-hal sebagai berikut.

  1. Pola interaksi sosial,yang berguna untuk menciptakan suasana kondusif bagi pembangunan
  2. Kelompok-kelompok sosial sebagai bagian dari masyarakat
  3. Kebudayaan yang berintikan pada nilai-nilai yang mendukung pembangunan
  4. Stratifikasi sosial sebagai pembeda masyarakat dalam kelas-kelas sosial secara vrtikal.
  5. Lembaga-lembaga sosial sebagai kebutuhan dasar manusia dan kelompok sosial.

E. Rancangan Penelitian

Untuk mengadakan penelitian,siapapun dari dalam bidang ilmu apapun, serta dalam format penelitian bagaimanapun,tentunya harus melalui perencanaan yang sistematis.Tahapan-tahapan dalam mengadakan penelitian adalah sebagai berikut.

  1. Memilih masalah
  2. Studi pendahuluan
  3. Merumuskan masalah penelitian
  4. Merumuskan anggapan dasar (asumsi)
  5. Memilih metode
  6. Menentukan variable
  7. Menentukan dan menyusun instrumen
  8. Mengumpulkan data
  9. Analisis data
  10. Menarik kesimpulan
  11. Menulis laporan

Dalam desain penelitian sekurang-kurangnya memuat”

  1. Judul penelitian,
  2. Penegasan istilah,
  3. Alas an mengadakan penelitian,
  4. Tujuan penelitian,
  5. Kegunaan hasil penelitian,
  6. Landasan teori,
  7. Penelaahan kepustakaan,
  8. Metodologi
  9. Langkah-langkah ,
  10. Jadwal kerja,dan
  11. Pembiayaan.

Setiap akan memulai sebuah penelitian ,ada beberapa tahap yang perlu

dipersiapkan,antara lain sebagai berikut.

  1. Menentukan Masalah atau Topik Penelitian
  2. Studi Pendahuluan
  3. Perumusan Latar Belakang Masalah Penelitian
  4. Merumuskan Asumsi/Anggapan Dasar dan Hipotesis
  5. Pemilihan Metode Penelitian

Pada hakikatnya,metode penelitian itu ada dua,yaitu (a)metode tes,dan(b)

metode notes. Adapun metode nontes masih dapat dirinci lagi seperti dibawah ini.

  1. Wawancara disebut juga lisan ,yaitu suatu dialog yang dilakukan oleh pewawancara(interviewer)untuk memperoleh dari responden.

Ditinjau dari segi pelaksanaannya,wawancara dibagi menjadi tiga jenis.

1) Wawancara Bebas

2) Wawancara Terpimpin

3) Wawancara Bebas Terpimpin

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam metode wawancara ,antara lain sebagai berikut

1) Pelaksanaan Wawancara

2) Prosedur Wawancara

3) Sikap Pewawancara

  1. Observasi

Obsernasi merupakan aktivitas penelitian dalam rangka mengumpulkan data yang berkaitan dengan masalah penelitian melalui proses pengamatan dilapangan.

Menurut keberadaan pengamat dilapangan ,observasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

1) Pengamatan terlibat (observasi partisipasi)

2) Observasi tak terlibat (observasi nonpatisipasi)

Penggunaan observasi dalam pengumpulan data mempunyai keutungan dan kelemahan sebagai berikut.

1) Keuntungan Observasi

a) Pengamat mempunyai kemungkinan untuk langsung mencatat hal-hal, perilaku ,pertumbuhan,dan sebagainya sewaktu kejadian tersebut masih berlaku.

b) Pengamat dapat memperoleh data dari subjek.

2) Kelemahan Observasi

a) Memerlukan waktu yang relative lama untuk memperoleh pengamatan langsung terhadap satu kejadian.

b) Pengamatan biasanya tidak bisa dilakukan terhadap suatu fenomena yang berlangsung lama.

c) Adanya kegiatan-kegiatan yang tidak mungkin diamati

  1. Angkat atau Kuesioner

Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya.

Kuesioner dapat dibeda-bedakan menjadi beberapa jenis,tergantung pada sudut pandanganya.

1) Dipandang dari cara menjawab

a) Kuesioner terbuka artinya member kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimat sendiri.

b) Kuesioner tertutup artinya responden tinggal memilih jawaban yang sudah disediakan.

2) Dipandang dari jawaban yang diberikan

a) Kusioner langsung,yaitu responden menjawab tentang dirinya

b) Kusioner tidak langsung yaitu jika respoden menjawab tentang orang lain

3) Dipandang dari bentuknya

a) Kusioner pilihan ganda

b) Kusioner isian

c) Check-list

d) Rating-scale

Keuntungan dari metode kuesioner antara lain sebagai berikut.

1) Tidak memerlukan hadirnya peneliti

2) Dapat dibagikan secara serentak kepada responden yang jumlahnya relatif banyak

3) Dapat dijawab oleh responden menurut kecepatannya masing-masing

4) Dapat dibuat anonym sehingga responden bebas,jujur,dan tidak malu-malu menjawab.

5) Dapat dibuat tersandar sehingga bagi semua responden dapat diberi pertanyaan yang benar-benar sama.

Kelemahan dari metode kuesioner antara lain sebagai berikut.

1) Responden sering tidak teliti dalam menjawab sehingga ada pertanyaan yang terlewati tidak di jawab.

2) Sering kali sukar diberi validitasnya (kesahihannya)

3) Tidak jujur

4) Sering kali tidak kembali,terutama jika dikirim lewat pos.

5) Waktu pengembaliannya tidak bersama-sama.

  1. Dokumentasi

Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis.

Pada umumnya,secara garis besar pemilihan metode penelitian dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain seperti dibawah ini.

1) Tujuan Penelitian

2) Sampel penilitian

3) Lokasi

4) Pelaksana

5) Biaya dan Waktu

6) Data

6. Menentukan Variabel dan Sumber Data

a. Menentukan variable

Variable merupakan objek penelitian yang bervariasi atau yang menjadi titik perhatian suatu penelitian.variabel dapat dibedakan menjadi;

1) variabel kuantitatif,contohnya luas kota,umur,atau banyaknya jam.

2) variabel kualitatif,contohnya presepsi atau pandangan ,atau motivasi.

b. Menentukan Sumber Data

Sumber data ditentukan berdasarkan rumusan masalah dan hipotesis.

Bila cakupan subjek penelitian itu sangat luas,maka perlu ditetapkan dulu jumlah populasinya,kemudian dipilih sampel yang akan mewakili populasi tersebut.

1) Pupulasi

Populasi merupakan sekumpulan unit-unit elementer.

2) Sampel

Sampel merupakan bagian dari populasi yang diambil.

Penarikan sampel dari populasi dapat dilakukan dengan beberapa cara.

a) Sampel acak sederhana, maksudnya tiap unit/anggota populasi diberi nomor kemudian ditarik secara acak(random).

b) Sampel sistematik, yang ditarik dengan cara membuat daftar anggota – anggota populasi secara berurutan.

c) Sampel bertingkat (berstrata), yang diambil dengan cara membagi populasi atas kelas-kelas.

d) Sampel cluster, yaitu populasi dibagi atas kelompok menurut area

e) Sampel kuota, dilakukan dengan cara menentukan stratanya(kelas atau golongan yang berupa tingkat atau lapisan)terlebih dahulu menurut sifat-sifat yang dianggap memiliki pengaruh paling dominan terhadap variabel yang sering di tetliti.

f) Sampel sebanding(proportional sampling), hamper sama dengan sampel kuota.

g) Sampel bertujuan (purposive sampling),merupakan cara pengambilan sampel dengan tujuan tertentu.

F. Pengumpulan Data Penelitian

Seperti telah diuraikan diatas ,pengumpulan data penelitian berhubungan dengan instrument penelitian.

Data dalam sebuah penelitian dapat dibedakan menjadi beberapa macam berikut.

  1. Berdasarkan cara memperolehnya
  2. Berdasarkan sifatnya
  3. Berdasarkan sumbernya

Pengumpulan data dalam penelitian dapat dilakukan melalui cara-cara berikut ini.

  1. Studi kepustakaan
  2. Analisis isi media massa
  3. Tes

Tes sebagai instrument penelitian terdiri atas dua jenis,yaitu sebagai berikut.

  1. Tes buatan guru,yaitu tes yang disusun oleh guru dengan prosedur tertentu.
  2. Tes standar ,yaitu tes yang telah tersedia dilembaga tes.

G. Pengolahan/Analisis Data Penelitian

Tahapan dalam pengolahan data meliputi : (1)editing,(2)koding(3)tabulasi data, (4), menganalisis data,dan,(5)generalisasi dan kesimpulan.

  1. Editing

Pada tahapan editing,data yang telah terkumpul melalui daftar pertanyaan(kuesioner).

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengeditan data ,antara lain sebagai berikut.

a. Kelengkapan dan kesempurnaan data

b. Kejelasan tulisan

c. Pemahaman catatan

d. Konsistensi data

e. Keseragaman satuan yang digunakan data (uniformitas data ).

f. Kesesuaian jawaban

  1. Pengkodean Data

Setelah tahap editing selesai, maka data-data yang berupa jawaban-jawaban

Responden perlu diberi kode untuk memudahkan dalam penganalisisan data.

Pengkodean data dapat dibedakan atas berikut ini.

a. Pengkodean terhadap jawaban yang berupa angka

b. Pengkodean terhadap jawaban dari pertanyaan tertutup

c. Pengkodean terhadap jawaban dari pertanyaan semiterbuka

d. Pengkodean terhadap jawaban dari pertanyaan terbuka

  1. Tabulasi Data

Tabulasi merupakan proses pengolahan data yang dilakukan dengan cara memasukkan data ke dalam table.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995),tabulasi adalah penyajian data dalam bentuk tabel atau daftar untuk memudahkan dalam pengamatan dan evaluasi.

Tabel data dapat dilakukan melalui:

a. Tabulasi langsung , dan

b. Lembaran kode (Code sheet)

  1. Tabulasi langsung

Maksudnya data langsung ditabulasi adri kuesioner ke dalam tabel yang sudah dipersiapkan tanpa perantara lainnya.

  1. Melalui lembaran kode (code sheet)

4. Tabulasi Data ke dalam Tabel Frekuensi dan Tabel Silang

  1. Tabel Frekuensi

Tabulasi data ke dalam table frekuensi dilakukan sebelum analisis data, tabel frekuensi disusun untuk semua variabel penelitian yang disusun tersendiri.

  1. Tabel Silang

Tabel ini dibuat untuk mengetahui hubungan antarvariabel

Pengolahan data melalui teknik statistik dapat dilakukan dengan berbagai cara.

  1. Distribusi frekuensi

Biasanya data yang diperoleh penelitian dari lapangan ,masih berupa data mentah.

  1. Ukuran pemusatan (tedensi sentral)

Penyusunan dan penyajian data mentah yang berbentuk distribusi frekuensi (termasuk grafik)hanya memberikan gambaran umum.untuk mendapat cirri khas dalam bentuk sebuah nilai bilangan, penelitian dapat menggunakan ukuran pemusatan (tendensi sentral) berikut ini.

1) Modus

Modus merupakan ukuran pemusatan yang menunjukkan frekuensi terbesar pada suatu perangkat data.

2) Median

Median adalah nilai tengah dalam sebuah kelompok nilai yang sudah diurutkan.

3) Rerata/mean

Rerata/mean adalah niali bilangan yang berasal dari jumlah keseluruhan niali bilangan dibagi dengan banyaknya unit atau bilangan.

Dalam hubungan antarvariabel ini,ada beberapa jenis hubungan yang perl diketahui ,yaitu sebagai berikut.

  1. Hubungan Simetris

Hubungan antara variabel disebut memiliki hubungan simetris apabila variabel yang satu tidak disebabkan atau dipengaruhi oleh yang lainnya.

Hubungan simetris apabila:

a. Kedua variabel adalah indicator sebuah konsep yang sama.

b. Kedua variabel adalah akibat dari suatu faktor yang sama.

c. Kedua variabel saling berkaitan secara fungsional

d. Kedua variabel mempuyai hubungan karena kebeturan semata-mata.

  1. Hubungan Timbal Balik

Hubungan timbale balik merupakan hubungan antara dua variabel yang saling timbale balik,maksudnya adalah satu variabel dapat menjadi sebab dan juga akibat terhadap variabel lainnya.

5. Analisis dan interpretasi Data

Tujuan utama penelitian sosial adalah mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian dalam rangka mengungkap fenomena sosial.

Interpretasi memiliki dua aspek ,yaitu:

  1. Untuk menegakkan keseimbangan suatu penelitian
  2. Untuk membuat atau menghasilkan suatu konsep yang bersifat menjelaskan.

6. Generalisasi dan Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan interpretasi data,penelitian dapat membuat generalisasi dan kesimpulan dari hasil penelitian.

Perhatikan contoh dibawah ini!

Berdasarkan pengamatan diperoleh hasil sebagai berikut.

  1. Menyonte adalah perbuatan curang
  2. Siswa-siswa yang suka menyontek tidak pernah belajar
  3. Siswa-siswa yang rajin

Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis diatas,maka generalisasinya dapat dibuat sebagai berikut.

  1. Siswa yang tidak pernah belajar
  2. Siswa yang rajin belajar

Dari generalisasi tersebut maka dapat ditarik kesimpulan.

  1. Siswa yang tidak pernah belajar memiliki indikasi untuk menyontek
  2. Siswa yang suka cenderung untuk menyontek
  3. Siswa yang rajin belajar menolak perbuatan menyontek
  4. Siswa yang disiplin menghindarkan diri dari perbuatan menyontek
  5. Siswa yang rajin belajar cenderung tidak melibatkan diri dalam kegiatan menyontek.
  6. Siswa yang disiplin memiliki indikasi untuk menolak melakukan perbuatan menyontek.

H. Penyusunan Laporan Penelitian

Tahap akhir dari suatu kegiatan penelitian adalah menulis atau menyusun laporan penelitian.

  1. Syarat-Syarat Penulisan Laporan

a. Penulisan laporan harus tahu betul kepada siapa laporan itu di tunjukan.

b. Penulisan laporan harus menyadari bahwa pembaca laporan tidak terlibat dalam kegiatan penelitian.

c. Penulisan laporan menyadari bahwa latar belakang pendidikan, pengalaman ,dan minat pembaca laporan tidak sama.

d. Laporan penelitan merupakan yang poko dalam proses perkembangan ilmu pengetahuan.

  1. Format laporan Penelitian

Menurut Borg dan Gall (dalam suharsimi Arikunto:1987), salah satu format laporan penelitian adalah seperti disebutkan berikut ini.

a. Bahan/Bagian pendahuluan (Preliminary materials)

b. Gamabaran Laporan /Bagian Inti (Body of paper)

c. Bahan-bahan/bagian penunjang

Secara singkat bagian-bagian laporan penelitian tersebut akan dipaparkan dibawah ini.

a. Bahan/bagian pendahuluan

Di dalam bagian ini penelitian menjelaskan kepada pembaca terutama tentang sistematika tulisan agar pembaca dapat mengikutinya dengan mudah.

b. Bab pendahuluan

Mulai bab ini peneliti sudah memaparkan tentang permasalahan ,apa sebab atau apa alas an penelitian itu dilakukan ,dimana pentingnya.

c. Bab penelaahan kepustakaan

Bagian ini memaparkan kepada pembaca mengenai hal yag telah dirintis oleh penelitian lain untuk memberikan penekanan pentingnya permasalahan.

d. Bab metodologi

Bagian ini menerangkan kepada pembaca tentang subjek,objek,ruang lingkup penelitian,pendekatan yang diambil samapai dengan teknik pengumpulan datanya.

e. Bab penemuan

Bagian inilah yang sebenarnya merupakan inti laporan penelitian.

f. Kesimpulan dan diskusi

Bagi pembaca yang hanya memiliki waktu sedikit,biasanya yang dibaca hanya tujuan’hipotesis’dan hasil penelitian(kesimpulan penelitian).

g. Memprestasikan hasil Penelitian

Setelah Anda pahami bagaimana langkah-langkah melakukan suatu penelitian.

I. Penyusunan Artikel Hasil Penelitian

Penulisan artikel menggunakan sistematika tanpa angka ataupun abjad.

  1. Judul
  2. Nama penulis
  3. Sponsor
  4. Abstrak dan kata kunci
  5. Pendahuluan
  6. Metode
  7. Hasil
  8. Pembahasan
  9. Kesimpulan dan saran
  10. Daftar rujukan

NAMA            :  ARIES KENTA

NPM               : 10208176

KELAS            : 3EA11

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s